Hidroponik, Solusi Kemandirian Pangan dari Pekarangan Rumah: Khala Hidroponik Hadir di Ngobras RRI Mamuju

Mamuju, Sulawesi Barat – Komunitas Khala Hidroponik bersama sang owner, Religius Heryanto, serta tim teknis mendapat kesempatan berharga menjadi narasumber dalam program siaran dialog interaktif "Ngobras" (Ngobrol Bareng Komunitas) di Radio Republik Indonesia (RRI) Mamuju, Sulawesi Barat. Dalam dialog yang disiarkan pada Minggu, 18 Januari 2026, Khala Hidroponik berbagi wawasan mendalam mengenai potensi besar budidaya tanaman hidroponik sebagai solusi ketahanan pangan keluarga.

Khala Hidroponik yang didirikan oleh Religius Heryanto pada Maret 2022 lalu, awalnya bermula dari motivasi sederhana. Sebagai seorang petani sekaligus penyuluh (ASN), pria yang akrab disapa Mas Reli ini memanfaatkan ruang kosong di sekitar pekarangan rumahnya untuk membuat instalasi hidroponik sederhana berkapasitas 400 lubang tanam sebagai tempat belajar. Seiring berjalannya waktu, usaha ini terus berkembang pesat hingga kini memiliki greenhouse kedua yang lebih luas (sekitar 16x20 meter) dengan kapasitas lebih dari 4.000 lubang tanam di Jalan Soekarno Hatta (depan Permandian Liwansa), Mamuju.

Dalam sesi dialog tersebut, Religius Heryanto menjelaskan bahwa metode hidroponik menggunakan media air baku yang dicampur nutrisi terukur (AB Mix) dengan bantuan media tanam seperti rockwool atau spons. Sistem ini menjadi jawaban yang sangat efektif untuk daerah perkotaan atau masyarakat yang menghadapi keterbatasan lahan.

"Kami ingin memperkenalkan bahwa bercocok tanam tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Dengan sistem hidroponik, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah maupun area terbatas untuk menghasilkan tanaman yang sehat dan bernilai ekonomis," ujar Religius Heryanto. Ia juga menambahkan bahwa dari pengalaman pribadinya, budidaya ini terbukti sangat menghemat pengeluaran dapur, bahkan mampu menjadi sumber pendapatan tambahan keluarga yang menjanjikan.

Selain Religius Heryanto, dialog ini juga menghadirkan Intan Lestari (Staf Produksi & Budidaya) dan Rizkal (Teknisi & Operator Greenhouse) yang merupakan mahasiswa magang di Khala Hidroponik. Mereka membagikan detail teknis mengenai perawatan hidroponik, mulai dari perbedaan fase instalasi (talang persemaian, peremajaan, hingga pipa pembesaran 2,5 inci), hingga pentingnya mengontrol kadar PPM (nutrisi) dan pH air dua kali sehari (pagi dan sore) agar daun tanaman tidak rusak atau "terbakar". Mereka juga memaparkan bahwa jenis sayuran daun seperti selada (masa panen 40-45 hari) serta pakcoy (masa panen 3 minggu) adalah jenis sayuran yang paling ramah dan cocok untuk pemula.

Sebagai komunitas yang tidak hanya berfokus pada bisnis, Khala Hidroponik berkomitmen penuh menjadi pusat pembelajaran dan edukasi bagi masyarakat Sulawesi Barat. Religius Heryanto menegaskan bahwa pintu greenhouse Khala Hidroponik di Jalan Soekarno Hatta selalu terbuka lebar bagi anak sekolah, mahasiswa, maupun masyarakat umum yang ingin datang berkunjung, berdiskusi, dan belajar langsung mengenai pertanian modern tanpa dipungut biaya apa pun.

Melalui siaran RRI Mamuju ini, Religius Heryanto berpesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan ibu rumah tangga, agar tidak takut gagal untuk memulai. "Mulai saja dulu dari yang sederhana, kemudian konsisten, dan nikmati prosesnya," pungtunya di akhir dialog.

Bagi masyarakat yang ingin mengonsumsi sayuran segar atau belajar lebih lanjut, Khala Hidroponik aktif membagikan perkembangan kebun mereka setiap hari melalui media sosial seperti Facebook (Khala Hidroponik), Instagram (@kaldroponik), dan TikTok.

Komentar (1)

sinta 23 Jun 2026 07:11
jadi pengen juga di undang di RRI hehehe
Admin 23 Jun 2026 07:31
wah bagus itu kak hehehe