Hari Ke-5 Magang PBL Angkatan I: Peserta Praktik Pembuatan Yellow Trap dari Botol Bekas untuk Pengendalian Hama Tanaman Hidroponik.

Mamuju, 14 Oktober 2025 – Memasuki hari ke-5 pelaksanaan Magang Project Based Learning (PBL) Angkatan I di Khala’ Hidroponik, para peserta mendapatkan materi praktik mengenai pembuatan perangkap lalat (yellow trap) sebagai salah satu metode pengendalian hama yang ramah lingkungan pada budidaya tanaman hidroponik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknik pengendalian hama terpadu (PHT) tanpa ketergantungan pada penggunaan pestisida kimia. Dalam praktik tersebut, peserta diajarkan cara memanfaatkan botol plastik bekas yang dilapisi atau ditempeli yellow trap (perangkap berwarna kuning) sebagai media untuk menarik dan menangkap serangga pengganggu tanaman.

Instruktur menjelaskan bahwa warna kuning memiliki daya tarik yang tinggi bagi beberapa jenis serangga hama, seperti kutu daun, lalat putih (whitefly), thrips, dan serangga kecil lainnya yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman hidroponik. Dengan memanfaatkan botol bekas sebagai media pemasangan, perangkap ini menjadi solusi yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan oleh petani maupun pelaku usaha hidroponik.

Selama kegiatan berlangsung, peserta secara langsung membuat perangkap lalat dari bahan yang telah disiapkan, kemudian mempelajari teknik pemasangan yang tepat di sekitar area budidaya. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemantauan rutin terhadap populasi hama sebagai langkah awal dalam menentukan strategi pengendalian yang efektif.

Koordinator kegiatan menyampaikan bahwa penggunaan yellow trap merupakan salah satu metode pengendalian hama yang aman bagi lingkungan dan tidak meninggalkan residu pada hasil panen. Oleh karena itu, teknik ini sangat sesuai diterapkan pada sistem pertanian modern yang mengutamakan kualitas dan keamanan produk pangan.

Melalui praktik ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam membuat dan memasang perangkap hama, tetapi juga memahami pentingnya penerapan prinsip pertanian berkelanjutan dalam budidaya hidroponik. Diharapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama magang dapat menjadi bekal berharga bagi peserta dalam mengembangkan usaha pertanian modern maupun ketika terjun ke dunia kerja.

Kegiatan hari ke-5 ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) yang menekankan pada pengalaman langsung, pemecahan masalah di lapangan, serta penguasaan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri pertanian modern.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!