Dari Kampus ke Green House: Mahasiswa Agribisnis Universitas Tomakaka Pelajari “Kebun Ajaib Tanpa Tanah”

Mamuju, 5 Juli 2026 – Mahasiswa Semester V Program Studi Agribisnis Pertanian Universitas Tomakaka Mamuju melaksanakan kegiatan pembelajaran lapangan di Green House Khala’ Hidroponik Mamuju pada 5 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung penerapan teknologi budidaya tanaman hidroponik yang mengusung konsep “Kebun Ajaib Tanpa Tanah”.

Kegiatan pembelajaran didampingi langsung oleh dosen pengampu, Bapak Ahmada Raden, M.Si. Kehadiran dosen dalam kegiatan tersebut memberikan penguatan terhadap materi perkuliahan sekaligus membantu mahasiswa menghubungkan konsep-konsep agribisnis dengan penerapannya dalam kegiatan usaha pertanian modern.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pengenalan mengenai konsep dasar hidroponik sebagai metode budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan larutan nutrisi sebagai sumber utama kebutuhan tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh tanpa menggunakan media tanah sebagai tempat tumbuh utama.

Mahasiswa kemudian diajak mengamati secara langsung berbagai fasilitas dan instalasi hidroponik yang terdapat di Green House Khala’ Hidroponik. Pembelajaran mencakup pengenalan sistem instalasi, proses penyemaian, penanaman, pemeliharaan tanaman, pengelolaan nutrisi, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses panen dan penanganan pascapanen.

Konsep “Kebun Ajaib Tanpa Tanah” menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Konsep ini menggambarkan bagaimana tanaman sayuran dapat tumbuh dan menghasilkan produk pertanian meskipun tidak dibudidayakan menggunakan tanah seperti pada sistem pertanian konvensional. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai inovasi teknologi yang dapat diterapkan untuk menjawab berbagai tantangan dalam pengembangan pertanian, khususnya keterbatasan lahan.

Selain mempelajari aspek teknis produksi, mahasiswa Semester V juga diarahkan untuk melihat hidroponik dari perspektif agribisnis. Pembelajaran mencakup bagaimana teknologi produksi dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha yang memiliki nilai ekonomi, mulai dari perencanaan produksi, efisiensi penggunaan input, pengendalian biaya, penentuan harga, kualitas produk, pemasaran, hingga peluang pengembangan pasar.

Kegiatan pembelajaran lapangan ini memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk memahami bahwa penerapan teknologi pertanian modern tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan manajemen dan kewirausahaan. Integrasi antara teknologi produksi dan pengelolaan agribisnis menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha pertanian.

Khala’ Hidroponik Mamuju sebagai usaha yang bergerak dalam budidaya sayuran hidroponik sekaligus ruang edukasi pertanian, terus membuka kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengenal lebih dekat teknologi pertanian modern. Kegiatan pembelajaran lapangan seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman antara dunia akademik dengan dunia usaha.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Universitas Tomakaka diharapkan dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai peluang dan tantangan agribisnis hidroponik, serta mampu mengembangkan ide-ide inovatif dalam pengelolaan usaha pertanian di masa mendatang.

Kegiatan di Green House Khala’ Hidroponik juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha, khususnya dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aplikatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi pertanian. Dengan pengalaman belajar secara langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan semakin siap menghadapi dinamika dan peluang pengembangan sektor agribisnis di era pertanian modern.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!